10
Des
09

Tindakan sosial

Tindakan sosial, dikaji ke dalam tiga tingkatan yaitu :

  • Tingkat mikro, mengkaji sistem kepribadian individu.
  • Tingkat messo, mengkaji sistem sosial.
  • Tingkat makro, mengkaji struktur sosial atau sistem budaya.

Tindakan sosial tingkat mikro

Menurut almaraghi, manusia dilengkapi dengan adanya lima hidayah yang diberikan Allah SWT kepada manusia, yaitu :

  • Instink
  • Indera
  • Akal-budi
  • Agama
  • At-Taufiqi

Kelebihan lainnya adalah manusia juga memiliki hidayah agama dan at-Taufiqi.  Semuanya itu merupakan kelengkapan dari ruh yang langsung ditiupkan Allah, sementara makhluk lain tidak.  Tindakan seseorang tidak terjadi hanya dengan satu unsur, tetapi berdasarkan beberapa unsur body an mind, atau fisik dan psikhis.  Namun unsur psikhis lebih dominan daripada unsur fisik.  Oleh karena itu kajian tentang individu atau tingkat mikro lebih ditekankan pada unsur psikologis yakni unsur psikhis.  Dalam mengatasi masalah, orang Islamlebih banyak berfikir, berdzikir dan berikhtiar.  Berdoa kepada Allah dan merealisasikan dalam kerja, lebih banyak menyebut Asmaul Husna.  Dengan banyak mengingat, merenung, memikirkan dan memohon ampunan kepada Allah semoga diberi petunjuk dan jalan keluarnya, mereka berusaha dan bekerja.

Di sisi lain Sigmund Freud menyatakan bahwa manusia itu memiliki tiga instansi psikhis yang menentukan kepribadiannya, yaitu :

  • Id
  • Ego
  • Super Ego

Id

Sebab yang paling dominan dalam mendorong manusia berprilaku adalah libido atau dorongan sexual.  Id dimaksudkan sebagai lapisan psikhis yang paling dasar, merupakan naluri bawaan (sexual dan agresif) dan keinginan-keinginan, karena itu yang berkuasa adalah kesenangan yang tidak mengenal waktu dan tidak mengenal hukum-hukum logika.

Ego

Hasil deferensiasi dari Id karena kontak dengan dunia luar.  Ego merupakan kekuatan mengimlentasikan Id, dalam melaksanakan aktivitasnya ego menyerupai gunung es di tengah lautan, ujung atasnya hanya sedikit kelihatan.  Ujung atas (puncaknya) itu yang disebut kesadaran, lapisan di tengah yang tergenang air laut sehingga tidak kelihatan disebut ambang sadara, dan bagian paling bawah dan paling besar dan yang dianalogikan berada di dasar lautan disebut bawah sadar.  Lapisan bawah sadar ini merupakan memori tempat menyimpan data-data yang di imput melalui panca indera.  Data-data yang tersimpan dalam memori bawah sadar ini akan dipanggil dan muncul ke lapisan alam sadar apabila mendapat rangsangan yang sama atau hampir sama.  Sehingga ego dapat melaksanakan aktivitasnya secara sadar.

Super Ego

Representasi internal dari nilai-nilai dan cita-cita suatu masyarakat menekankan pada nilai-nilai ideal daripada nilai real dan kepada perpection daripada pleasure.  Ia adalah instansi yang mengembangkan hasil interaksi dengan dunia luar internalisasi atau pembatinan dari norma-norma atau nilai-nilai yang diakuinya.

Tindakan Sosial Tingkat Messo

Interaksi sosial berlangsung di berbagai tempat, seperti keluarga, lingkungan pertetanggan, lingkungan pertemanan, lingkungan kelompok-kelompok tertentu (group), kelembagaan, organisasi, komunitas, masyarakat, negara atau bangsa dan organisasi dunia.

Masyarakat adalah sebuah struktur dan proses sosial yang komplek dan rumit.  Setiap masyarakat senantiasa mengalami perubahan.  Dan perubahan yang terjadi senantiasa mengalami keragaman ada perubahan yang cepat dan ada juga yang lamban. Masyarakat indonesia bersifat majemuk dan salah satu faktor yang menyebabkan kemajemukan masyarakat Indonesia antara lain adalah keadaaan geografis Indonesia.  Kemajemukan ditandai dengan adanya keragaman sistem sosial yang berdasarkan ras, suku bangsa dan agama.

Terdapat dua kelompok masyarakat yang hidup saling berhubungan, saling mempengaruhi atau saling berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yakni melayu mongoloid dan papuamelanesoid.  Dalam interaksi sosial masyarakat Indonesia, perbedaan sifat-sifat fisik yang membedaka kelompok yang satu dengan yang lain tidak memberikan pengertian adanya superioritas.  Artinya, tidak ada suatu kelompok yang berdasarkan ciri-ciri fisik tertentu yang dianggap lebih istimewa atau lebih unggul dibanding kelompok yang lainnya.  Masyarakat Indonesia tidak menganut faham rasialisme, yaitu suatu faham yang meyakini bahwa kaelompok ras tertentu lebih tinggi daripada kelompok ras lain.  Akan tetapi, masyarakat Indonesia meyakini bahwa semua kelompok ras mendapat hak dan kewajiban yang sama dibidang apapun.

Tindakan Sosial Tingkat Makro

Pada tingkat ini tindakan sosial berkenaan dengan pola perilaku sebagai perwujudan dari budaya dan merupakan kajian antropologis.  Masyarakat Indonesia yang memiliki filsafat hidup yang sekaligus ideologi bangsa yakni Pancasila telah mengakui agama sebagai cara dan gaya hidup berbangsa dan bernegara karena itu masyarakat Indonesia adalah masyarakat religius

Iklan


Arsip

Desember 2009
S S R K J S M
     
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Free Website Hosting
Free Website Hosting
Iklan

%d blogger menyukai ini: